Rabu, 05 Agustus 2020

Review Nokia 6 2017 Setelah Pemakaian Dua Tahunan (sharExperience)

Halo semuanya, setelah sekian tahun vacuum dari blog ini, kali ini ane kembali untuk menulis blog ini. 

Untuk kali ini, ane ingin bahas sedikit tentang salah satu gadget yang ane gunakan sehari-hari, yaitu Nokia 6 yang dirilis tahun 2017. Gawai yang ane gunakan satu ini sudah berumur 2 tahun lebih, karena ane beli pada awal tahun 2018. Awal Nokia kembali meluncurkan gawai tentu ada rasa tertarik pengen beli, karena seperti yang kita semua tahu, Nokia pernah menjadi raja di era awal 2000an. Mulai dari Nokia 3310 (yang sampai saat ini kita kenal dengan meme hp yang indestructible) sampai ketika Nokia menggunakan OS Symbian seperti varian 7650, 3650, 6600 dan sebagainya. Nokia juga mengeluarkan varian gawai yang bisa digunakan untuk gaming pada masanya, seperti Nokia N-Gage dan N-Gage QD. Bahkan Nokia pun mengeluarkan tipe communicator yang mendukung mereka yang membutuhkan gawai untuk mendukung aktifitas bisnisnya secara mobile, misalnya Nokia 9500 communicator.

Ane beli gawai ini di salah satu gerai resmi yang ada di salah satu mall di daerah Jakarta Utara. Pada saat ane beli, saat itu harganya di kisaran 3 jutaan (lumayan juga ya harganya waktu itu). First impression saat mencoba menggunakan piranti tes yang dipajang pada gerainya, terasa mantap digenggam. Agak lebih berat dari gawai yang ane gunakan sebelumnya (Sony Xperia Z3), namun justru terasa mantap saat digenggam. Hasil kameranya juga lebih tajam dibandingkan dengan gawai ane yang sebelumnya. Memiliki internal storage yang lebih mumpuni dari gawai ane yang sebelumnya, kamera yang lebih baik, tertarik juga dengan brand "Nokia", dan berhubung dana yang ane miliki memang hanya di kisaran segitu saja, jadi ya sudah ane beli gawai ini.
 
Di dalam box-nya berisi kabel micro USB beserta kepala charger-nya, earphone, buku panduan, dan juga unit Nokia 6 keluaran tahun 2017.

  

Bagaimana dengan garansinya? Seperti yang ane tulis di atas, ane beli gawai ini dari salah satu gerai resmi di salah satu mall di daerah Jakarta Utara. Gerai tersebut menawarkan paket garansi salah satunya adalah paket garansi full selama satu tahun, termasuk jika gawai kita jatuh dan rusak dan tidak bisa dibenahi, maka akan diganti dengan unit baru, jadi tenang. Hands on Nokia 6 2017, kesan pertama kali setelah dibeli adalah, terasa berat namun terasa mantap digenggam. Namun, entah kenapa, hasil jepretan kamera antara unit yang dibeli dengan unit yang dipajang agak terasa berbeda (mungkin ada yang tau kenapa hasil jepretan kamera gawai yang dibeli dan gawai yang dipajang terasa berbeda? ). Ini contoh hasil jepretan kamera Nokia 6 2017



 
Seperti yang kita ketahui, bahwa Nokia menggunakan system Android One, dimana salah satu keunggulannya adalah dipastikan kita akan terus menerima update terbaru untuk sistemnya (sampai batas maksimal yang mampu dijalankan oleh hardware gawai tersebut). Dengan spesifikasi RAM 3 GB dan ROM 32 GB, sampai ane menulis artikel ini update terakhir yang ane dapat sampai ke android versi 9. Kemudian untuk UI-nya, menurut ane juga cukup stabil dan cepat untuk dioperasikan. Dengan spesifikasi standar ini, gawai ini cukup memenuhi kebutuhan kita sehari-hari, termasuk untuk gaming ringan.
 
Apa saja yang sering ane gunakan di gawai ini? Tentu yang paling sering adalah aplikasi yang terkait dengan media sosial daring, dan tidak perlu dideskripsikan lebih detail, gawai ini lebih dari cukup untuk operasional media sosial daring ini. Selain itu juga untuk operasional standar seperti email, maps, browsing, belanja online, dan masih banyak lagi. Dari semua ini, kita coba kulik untuk browsing dan maps. Untuk browsing tidak terlalu bermasalah, hanya saja terkadang suka terasa lambat untuk load page-nya, sehingga jika anda ingin browsing dan perlu buru-buru, suka ada kendala. Sedangkan untuk maps, cukup baik bagi ane pribadi. Tidak pernah ada kendala untuk maps, baik dari aplikasi Google Maps maupun jika menggunakan Waze. Untuk share location via Whatsapp juga tidak bermasalah.

Nah gimana kalo mobile gaming?

Kita kulik sedikit untuk mobile gaming, jawaban ane pribadi adalah, tergantung game yang anda mainkan. Sejauh ini beberapa game yang pernah ane mainkan di sini adalah Mobile Legends, PUBGM, Pokemon GO (ketiganya sudah di-uninstall karena memori penuh), emulator untuk PSX, emulator untuk PSP, emulator untuk SNES, Hago (buat nge-game bareng istri, hehe), simulator bus, dan lain-lain. Untuk tiga game yang pertama, tidak pernah ada masalah yang berarti kecuali satu, panas. Ya, setelah dimainkan sampai menghabiskan baterai sebanyak 20-30%, panasnya langsung bener-bener terasa.
 
Kemudian, untuk gawai di kelasnya, apa sih menurut ane kelebihan, kekurangan, atau mungkin keluhan selama 2 tahun lebih pemakaian?
Untuk kelebihan, pertama ane pribadi suka dengan suara yang dihasilkan oleh loudspeaker-nya. Udah ada "Dolby Speaker" bikin suaranya terasa mantap.




Kedua, bobot gawai dan ukurannya membuat terasa mantap untuk digenggam. Ketiga, mungkin ini preferensi untuk ane pribadi, penempatan fingerprint sensor yang terletak di depan dan dapat berfungsi sebagai home button dan juga untuk lockscreen membuat kita yang sudah familiar dengan home button di depan tengah bawah (susah amat bahasanya yak) menjadi mudah untuk mengoperasikannya.

Untuk kekurangan, atau mungkin keluhan, yang pertama adalah panas. Gawai ini termasuk cepat panas. Untuk pemakaian outdoor di siang hari terik, akan sangat cepat panas. Mungkin dikarenakan gawai ini memiliki frame dan body yang terbuat dari aluminium. Kedua, menurut ane walaupun octa core, namun performa SD 430 yang tertanam sebagai dapur pacunya agak kurang baik apabila anda adalah mobile gamer. Ada muncul lag beberapa kali saat bermain Mobile Legends misalnya, atau misal anda sedang bermain suatu game dengan genre fighting yang mengharuskan anda melawan musuh dalam jumlah besar (waktu itu ane main Stickman Legends), langsung sangat terasa lag-nya.

Keluhan ane terakhir adalah masalah NFC (ya, gawai ini juga sudah dilengkapi dengan NFC). Perbandingan ane pribadi, antara Sony Xperia Z3 dengan Nokia 6 2017 ini, mungkin ada di kemampuan sensitifitas pembacaannya. Karena ketika ane coba untuk cek saldo e-money yang sama pada kedua gawai ini, Nokia 6 2017 ini agak sulit untuk membaca data di kartu e-money. Sementara untuk Sony Xperia Z3, ketika ane tempel kartunya di belakang gawai, data langsung terbaca dengan mudah, tanpa effort yang berlebih untuk geser-geser kartu sampai gawai bisa membacanya.

Secara umum, Nokia 6 keluaran 2017 ini sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan kita sehari-hari. Disadur dari gsmarena.com, berikut garis besar spesifikasi dari gawai ini:

 - Layar 5.5 inch 1080x1920 pixels, 403 ppi density (full HD berarti), Corning Gorilla Glass 3
 - Kamera belakang 16MP f/2.0 dual LED flash dan kamera depan 8MP f/2.0
 - Frame dan body aluminum
 - Processor SD 430 (28nm, octa core 1.4 GHz) dengan GPU Adreno 505
 - Baterai 3000 mAh dengan charger 10W (ane ngecas dari 10% sampai 90% sekitar 2 jam lebih)
 - RAM / ROM ada dua varian, 3 GB / 32 GB dan 4 GB / 64 GB (punya ane yang 3 GB/32 GB)
 - 3.5mm jack
 - Micro SD slot, nano SIM card slot
 - Stereo loudspeaker




Terakhir, pilihlah gawai yang memang memenuhi kebutuhan anda, dan sesuaikan dengan budget anda masing-masing. Bagi anda yang suka mobile gaming, saat ini sudah banyak yang harganya lebih terjangkau dengan spesifikasi yang lebih mumpuni. Bagi anda yang sering isi e-money, cari gawai yang sudah memiliki NFC. Bagi anda yang masih merasa butuh jack 3.5mm untuk earphone, headphone, dan semacamnya untuk mendengarkan musik, cari gawai yang masih memiliki jack tersebut. Bagi anda yang memilih gawai tidak hanya sekadar fungsionalitas, namun juga untuk gengsi, maka saat ini banyak tersedia gawai yang paling up to date yang bisa jadi pilihan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar