Halo, melanjutkan dari part 1 sebelumnya, kali ini ane akan bahas mengenai pengalaman solo trip ke negeri orang. Sebelumnya, ane membahas mengenai apa aja persiapan ane untuk ke luar negeri. Nah, kali ini ane akan membahas mengenai bagaimana sih saat perjalanan?
Oke, pertama, untuk keberangkatan. Seperti yang ane sebut di artikel sebelumnya, ane berangkat naik pesawat Garuda Indonesia. Yak setelah ane ubek-ubek, ternyata ane menemukan sedikit potongan tiket tertanggal 15 Agustus 2017, yang berarti ane berangkat tanggal 15 Agustus 2017.
Ane duduk di sebelah kiri, bersama dengan satu anak (mungkin asli orang Inggris) usia 10-14 tahun. Si anak membawa satu tas gitar yang ditaruh di kursi antara ane dengan si anak (pikiran ane, ini tas gitar dibeliin tiket kali ya, dahsyat). Skip, perjalanan ditempuh selama kurang lebih total 15 jam, sudah termasuk dengan transit di Singapura. Selama flight, kita disuguhi dengan 3 kali makan yang, menurut ane sih, termasuk lumayan enak. Penerbangan dilengkapi dengan In Flight Entertainment yang menarik, film yang update, musik yang menarik, dan permainan yang menyenangkan. Waktu itu, ane menghabiskan waktu hanya dengan mendengarkan musik piano klasik dan.. tidur. Sesekali saja ane nonton film dan main game yang tersedia di In Flight Entertainment. Skip, setelah sekitar 15 jam perjalanan, tibalah ane di Heathrow, London.
Awal pertama menginjakkan kaki di Bandara Heathrow langsung mikir "wah akhirnya nginjekin kaki di negara orang". Terlintas di pikiran juga, sekarang ane yang jadi bule di negeri orang. Beruntung saat itu ternyata ada satu orang dari kantor yang sama dengan ane juga lagi trip ke London. Walhasil, pas turun minimal ada temen ngobrol sebentar lah, gak langsung canggung harus ganti bahasa buat komunikasi.
Ane beli sim card untuk smartphone ane di sim card vending machine yang tersedia beberapa buah sepanjang jalan dari pesawat sampai ke pengambilan bagasi. Harga satu sim card yang ane beli berkisar antara 15-30 poundsterling (ane agak lupa pastinya berapa), dan salah satu fasilitas yang ane cari adalah total kuota yang lumayan, sekitar 10-20 GB untuk sebulan (lha ane kan cuma 5 hari, 10-20 GB mah udah banyak banget). Skip, setelah duduk di bandara sekitar 2-3 jam, ane mulai cari-cari fasilitas transportasi untuk ke penginapan ane yang pertama, Heathrow Lodge. Kebetulan dari hasil cetak pesanan kita dari situs booking dot com, kita diberi petunjuk bagaimana cara kita ke penginapan tersebut. Ane tinggal bertanya ke bagian informasi di bandara Heathrow untuk minta ditunjukkan ke mana saya harus jalan. Skip, ane naik salah satu bus dari bandara Heathrow yang halte perhentian pertamanya sangat dekat dengan Heathrow Lodge. Bus ini ternyata gratis.
Sampai di penginapan, langsung check-in ke penginapannya. Di sini, sistemnya adalah bayar di tempat, jadi siapkan uang untuk membayarnya. Ane diarahkan ke salah satu kamar yang ada di ujung lorong (kalau saya tidak salah, kamar nomor 6). Lebih tepatnya sih bukan ujung lorong banget ya. Dari lorong, di ujungnya ada satu pintu, setelah dibuka itu kaya mentok dan di sebelah kanannya ada satu pintu lagi, nah itu kamarnya. Fasilitasnya? Jangan bayangkan kalian dapat fasilitas kamar hotel bintang 3 atau 4, walaupun dengan nominal yang sama, di Indonesia kita sudah bisa menginap di hotel bintang 3 atau 4. Kamar yang ane dapat kebetulan sangat kecil. Hanya ada satu kasur, satu wastafel, satu meja kecil, dan tempat sampah di bawahnya. Kamar mandi terpisah dari kamar, atau biasa kita sebut kamar mandi luar. Fasilitas kamar mandinya terdiri dari shower dan kloset duduk.
Setelah menghabiskan satu malam, ane lanjutkan untuk cari sarapan. Ane coba cari tempat makan yang ada di dekat penginapan sekitar 3-5 menit jalan kaki, tapi nihil. Alhasil ane tanya ke resepsionis, dan dijawab bahwa yang terdekat adalah McDonald's sekitar 15-25 menit jalan kaki. Padahal kalo di Indonesia, keluar sedikit udah ada warteg, udah ada warmindo, hehe. Skip, ane coba jalan ke arah yang ditunjukkan oleh resepsionis, dan benar ane temukan McDonald's tersebut, dekat dengan pombensin. Berhubung ane tidak menemukan logo halal di sini, ane pesan makanan yang judulnya paling memungkinkan untuk ane makan, yaitu beef burger. Ya, daripada gak makan sama sekali kan.
Perjalanan hari kedua dilanjutkan ke penginapan kedua terlebih dahulu. Penginapan kedua ini terletak di daerah Camden, dan nama penginapannya adalah Smart Camden Inn. Dari penginapan pertama ini, perjalanan ane dimulai dari kembali ke Bandara Heathrow. Ane kembali ke bandara atas saran termudah dari hasil cetak pemesanan hotel ane via booking dot com. Perjalanan ane dimulai dengan bus menuju ke bandara, dilanutkan dengan naik tube. Dan di sinilah perjalanan yang cukup menarik bagi ane. Tube ini seperti KRL kalau di Jakarta (tentu dengan kondisi yang berbeda), dan apabila kita melihat melalui Google Maps, maka sudah disarankan waktu terbaik bagi kita untuk naik tube ini. Kenapa? Karena tube ini, seperti halnya KRL, juga penuh sesak apabila pada jam tertentu. Misalnya jam keberangkatan karyawan ke kantor, jam keberangkatan sekolah, dan sebagainya. Sehingga, Google Maps akan menyarankan kita untuk mulai naik tube di luar waktu-waktu tersebut.
Nah ini pengalaman pertama ane naik tube ini, dan ternyata cukup nyaman menurut ane. Sekali lagi, di luar jam padat tadi ya. Ane berangkat dari Bandara Heathrow menuju stasiun terdekat dari penginapan ane, yaitu Mornington Crescent. Skip, sesampainya ane di stasiun Mornington Crescent, ane lanjutkan dengan jalan kaki ke penginapan ane (sekitar 10 sampai 20 menit jalan kaki). Bangunannya sama seperti bangunan-bangunan di sebelahnya, bukan bangunan khusus sebuah hotel. Ane langsung check in dan di sini diminta untuk deposit sejumlah uang (ane lupa, mungkin sekiar 5-10 pounds), dan deposit ini akan dikembalikan setelah kita check out. Di penginapan ini ada locker pribadi di kamarnya, namun untuk mengaksesnya, kita harus membayar sejumlah uang (ane lupa pastinya, kalau tidak salah sekitar 5-10 pounds juga), baru kita diberikan akses untuk locker-nya. Oh iya, penginapan ini bisa dipesan melalui Booking dot com dan bisa langsung dibayar menggunakan kartu kredit. Jadi di penginapan ini, anda hanya tinggal check in karena anda sudah membayar.
Karena ane sampai sudah siang, dan tidak ada rencana spesifik akan ke mana, alhasil ane putuskan untuk keluar penginapan dan jalan-jalan di sekitar penginapan selama beberapa jam. Lihat-lihat tempat makan terdekat, tempat belanja terdekat, stasiun dan halte bis terdekat, dan suasana di sekitar.
Setelah ane keliling sekitar penginapan untuk mengetahui kira-kira ada apa saja di sana, ane memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sedikit ke area taman terdekat, yaitu Regent's Park. Tamannya sangat luas, bahkan ketika ane berjalan-jalan di taman tersebut, ada beberapa lapangan yang baseball di dalamnya. Dan jujur kalau ane pribadi, baru ini ane melihat taman kota yang luasnya luas banget. Ada lapangan baseball, ada kebun binatang, buat jogging dari ujung ke ujung juga lumayan tuh kayanya. Tapi di hari pertama ini, ane gak nelusuri taman ini dari ujung ke ujung, ane cuma masuk dan lihat-lihat sebentar, kemudian balik lagi jalan kaki.
Balik dari taman, ane langsung jalan-jalan sebentar dan berpikir satu hal, makan. Terus mikir lagi, setelah makan, mau ngapain ane ya. Ane putuskan untuk beli air minum sedikit dan balik ke penginapan. Untuk makannya, ane beli KFC yang ane lihat di dekat penginapan (udah ke luar negeri, makan tetep aja KFC sama MCD). Ane beli chicken burger di sini, yang, menurut ane sih, rasanya beda sama chicken burger KFC yang di Indonesia. Porsinya juga gak besar-besar amat, tapi lumayan lah. Trip ini kemudian saya lanjutkan untuk plan di hari selanjutnya, karena di hari selanjutnya adalah tanggal 17 Agustus, maka saya memutuskan untuk, coba deh ke KBRI London, mungkin ada upacara bendera, dan mungkin ada makan juga di sana.
Sekian dulu dari ane untuk solo trip di hari kedua ini. Di part selanjutnya akan ane lanjutkan untuk pengalaman solo trip yang gak pake itinerary sama sekali ini.
Stay safe and stay healthy semuanya.